Indonesia | English
Kompetitif
Judul
Pengembangan Metode Baru Dalam Rancang Bangun Sistem Sensor Berbasis MEMS Untuk Monitoring Pencemaran Lingkungan
Outline
Pencemaran udara merupakan masalah global yang terjadi hampir di semua belahan dunia, terutama di kota-kota besar. Semakin hari kualitas udara semakin menurun yang diakibatkan oleh emisi gas buang kendaraan bermotor dan industri, serta pembakaran limbah rumah tangga. Pencemaran udara sangat berbahaya bagi kesehatan manusia karena dampaknya bersifat akumulatif dari hari ke hari. Oleh karena itu, pengendalian pencemaran udara merupakan hal penting yang harus menjadi prioritas perhatian dari pemerintah maupun masyarakat. Kunci keberhasilan upaya pengendalian pencemaran terletak pada adanya sistem pemantauan pencemaran itu sendiri. Trend dunia menunjukkan bahwa sistem pemantauan yang bersifat on-line dan terpadu, yang mampu memberikan informasi fluktuasi zat-zat pencemar secara real time dan kontinyu, telah dapat secara efektif membantu upaya pengendalian pencemaran. Komponen utama dari sebuah sistem pemantauan pencemaran udara adalah sensor gas. Sejak ditemukannya sensor gas berbasis metal oksida oleh Taguchi, berbagai macam sensor gas telah banyak tersedia di pasaran. Selain itu, penelitian- penelitian tentang sensor gas juga telah banyak dilakukan untuk mengeksplorasi potensi material-material baru seperti polimer, piezoelektrik, dan fiber optik, serta metode-metode pendeteksian yang lain seperti gelombang akustik, kromatografi, konduktivitas thermal, dsb. Semua itu dilakukan untuk meningkatkan kinerja sensor gas yang ada saat ini dalam hal sensitifitas, selektifitas, kecepatan response, konsumsi daya, serta biaya produksinya. Di Indonesia sendiri, penelitian dalam bidang rancang bangun sensor gas masih berada dalam tahap awal dan berjalan sangat lamban karena belum adanya roadmap dan komitmen yang jelas dari pemerintah, sehingga sampai saat ini belum banyak ditemukan adanya publikasi-publikasi ilmiah internasional, patent, maupun prototipe sensor gas produksi dalam negeri di pasaran. Padahal, kebutuhan akan sensor gas tiap tahun makin meningkat serta peluang untuk menggali dan menemukan hal-hal baru dalam bidang ini masih terbuka lebar. Oleh karena itu, dalam kegiatan ini telah dilakukan upaya-upaya sistematis dan komprehensif untuk merancang bangun dan mengkarakterisasi sistem sensor gas berbasis metal oksida. Upaya-upaya tersebut mencakup rancang bangun divais sensor gas tunggal dan multi (array) menggunakan teknologi thick film dan MEMs (Microelectromechanical Systems) dan penggunaan berbagai material yang belum banyak dieksplorasi sebagai sensor gas seperti In2O3 dengan grain-size dalam skala mikro maupun nano. Sasaran yang ingin diwujudkan adalah adanya sistem sensor yang mampu mendeteksi gas-gas seperi CO, NH3, CH4, Hidrokarbon, H2S, NOx, dalam bentuk tunggal maupun campuran.
KoordinatorGoib Wiranto
Tahun Kegiatan2006
KategoriKompetitif
Tahun Ke1 dari 3
Sumber DanaLIPI
Lokasi
Bidang PrioritasProduk, Komoditi, dan Teknologi
Output

Anggota