Indonesia | English
DIPA
Judul
Pembuatan Magnet Barium Ferit Bonded Hybrid Untuk Aplikasi Circulator
Outline
Magnet permanen bonded hybrid merupakan penggabungan dua buah serbuk magnet permanen Barium ferit dan NdFeB pada komposisi tertentu yang dibonded dengan bahan termoplastic (bakelit atau plastik). Penggabungan kedua serbuk magnet adalah untuk meningkatkan temperatur operasi, temperatur curie, ketahanan korosi dan meningkatkan sifat magnet. Metoda proses yang akan digunakan adalah solgel untuk mendapatkan serbuk magnet barium ferit dan teknologi metalurgi serbuk untuk pencampuran dengan NdFeB dengan tahapan mixing, milling, cetak panas dan magnetisasi sehingga menghasilkan magnet permanen. Magnet ini akan dikarakterisasi dan dianalisa sifat magnetnya dengan Permagraph dan ukuran/struktur partikel dengan SEM. Hasil Magnet bonded hybrid akan diaplikasikan pada ciruclator. Bahan baku yang akan digunakan masih sama dengan tahun sebelumnya yaitu ; Besi Nitrat (Fe(NO3)3), Barium Nitrat (Ba(NO3)2), Amonium Hidroksida (NH4OH), Ethylene Diamine (C6H8O7.H2O), akuades (H2O), katalis NaOH, KOH, NaCl, KCl, C2H8N2 dan aditif Cr(NO3)3. Metoda yang digunakan adalah sol gel, dimana semua bahan baku dicampurkan dalam bentuk larutan (sol) dan kemudian akan membentuk gel. Reaksi ini berlangsung pada temperatur kamar, kemudian dilanjutkan dengan pengeringan/pemanasan pada temperatur 100-200°C. Proses selanjutnya adalah ; miling, kalsinasi pada temperatur 300 - 1000°C, kompaksi dalam suatu medan magnet pada tekanan tertentu (proses anisotrop), sintering pada temperatur 1250°C dan terakhir adalah proses magnetisasi untuk mendapatkan magnet permanen barium ferit. Karakterisasi yang akan dilakukan adalah ; dimensi dan densitas dengan menghitung dimensi dan volume sample, sifat magnet dengan permagraph, struktur mikro dengan SEM, ukuran partikel nano dengan Particle Analyzer, senyawa yang terbentuk dengan XRD.
KoordinatorTony Kristiantoro
Tahun Kegiatan2014
KategoriDIPA
Tahun Ke2 dari 2
Sumber DanaAPBN
LokasiLaboratorium / studio
Bidang Prioritas
Output

Anggota